MANTAN pebulu tangkis Indonesia Retno Kustiyah mengaku masih tidak percaya telah menerima penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersamaan dengan jelang peringatan ke-65 Hari Kemerdekaan RI.
"Waduh senang sekali, terharu, bangga, pokoknya puas. Satu hal yang saya tidak mengira sebelumnya. Jadi memang mungkin Tuhan telah memberikan yang terbaik buat saya. Mungkin kiprah saya barang-kali," ujar Retno seusai pembe-rian tanda kehormatan di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.
Retno, 68, mengaku telah mendapat informasi akan menerima Bintang Jasa Utama pada 6 Agustus lalu. Saat itu, ia tengah berada di Bali untuk mendampingi para atlet dari klub Jaya Raya mengikuti kejuaraan bulu tangkis.
Melalui sentuhan tangannya selaku pelatih, Retno telah melahirkan sejumlah pebulu tangkis kelas dunia. Para pebulu tangkis itu di antaranya peraih medali emas Olimpiade Susi Susanti,dan juara dunia ganda putra Markis Kido.
Selama karier bulu tangkisnya, Retno juga telah menorehkan sejumlah prestasi. Sejumlah gelar juara telah disandangnya. Ia adalah pemegang gelar ganda putri Asian Games 1962, 1966, All England 1968, Amerika Terbuka 1969, dan Kanada Terbuka 1969.
"Mudah-mudahan ini memotivasi saya untuk lebih giat berkarya lagi. Mudah-mudahan saya bisa melahirkan lagi juara-juara Olimpiade" ujarnya.
Sementara itu, terkait dengan persoalan Markis Kido, Hendra Setiawan, dan Vita Marissa yang tidak didaftarkan ke China Master Super Series oleh Pengda PBSI DKI Jakarta, penasihat PB PBSI Christian Hadinata mengatakan kepentingan Indonesia harus diutamakan daripada kepentingan kelompok.
"Merah Putih harus di atas segalanya. Urusan kontrak maupun pemotongan hadiah seharusnya menjadi permasalahan internal," kata Christian di Jakarta, Kamis (12/8).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar